Firman dan sebiji apel merupakan hasil tangkapan penulis dari sebuah cermin besar; kehidupan. Merekamnya satu per satu dari berbagai peristiwa, lalu menuliskannya. Demikian berulang-ulang. Selalu ada hal-hal sederhana untuk menghidupkan kepekaan pada sekeliling dan menumbuhkan rasa cinta pada puisi. Namun, ketika mengendapkannya, penulis menemukan kemewahan tak terbatas. Betapa tidak, kata-kata…
Buku sajak tentang Don Qixote, yang dapat sambutan baik dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris serta Jerman, kini diterbitkan kembali dengan beberapa sajak baru. Pernah seorang mengatakan, baginya Don Quixote adalah cerita sedih. Sajak-sajak ini saya dedikasikan kepadanya. Cervantes mengatakan ia mendengar kisah Don Quixote pertama kali dari Sayid Hamid Benengeli, seorang Mur. Tak harus dipe…
Saya bertolak sekarang ke ladang. Sebagai roh. menyapa kopra, kebun kelapa, karet dan jati. Sonder jantung. melayang ke gerbang makam, makam saya. Manis gula merah sebagai pelipur. Tetapi sekarang saya roh. Mengendus sunyi bijih besi Teagal Buleud seperti menyongsong magrib tiba. Puisi adalah niat baik, adalah proses berjalan entah apa saya sudah tiba pada niat baik atau terlampau tendensius da…
Sebagian puisi-puisi dalam buku ini berkisah tentang perjalanan sentimental penulis dari Mojokerto menuju Bandung pada awal Oktober 2015. Pada lambung besi kereta ekonomi Pasundan yang bangkunya keras dan AC-nya berkali-kali mati dengan harga tiket tak lebih dari seratus ribu rupiah itu, sesosok hantu dari abad-abad yang sudah berlalu, tiba-tiba menyelusup ke dalam kepala penulis, membisikkan p…
Dunia adalah kawasan festival dengan berbagai wahana permainan. Seseorang datang dengan tiket pas bebas. Ia lalu mencoba semua wahana. Baginya semuanya menantang, semua mengasyikkan, dan semuanya mengantarkannya pada situasi yang hampir sampai. Wahana-wahana permainan itu membawanya menjelajah ke mana-mana, dan itulah yang ia inginkan. Ia bergerak ke masa lalu yang jauh. Ia mencapai dasar lauta…
Isinya merupakan kumpulan puisi yang ditulis oleh Angga Wijaya sepanjang tahun 2018. Ada juga puisi lama yang tercecer dan tak masuk dalam buku kumpulan puisi pertama. Juga puisi yang ditemukan oleh pengarang yang ditulis saat dirawat selama dua minggu di rumah sakit jiwa. Judul puisi puisi didalamnya antara lain : Meditasi pagi, saraswati, Sanghyang ambu, Di Kuta, Aku teringat jengki, dan masi…
Buku ini berisi kumpulan puisi dari sepuluh penyair dengan karya-karya terpilihnya. Masing-masing memiliki gaya bahasa tersediri dan memiliki ciri khas masing-masing dalam memilih diksi. Masing-masing penulis membangun narasi yang unik dalam setiap puisinya. Karya yang disajikan menggambarkan emosi dan karakteristik pribadi para penyair dengan pengalaman-pengalaman uniknya. Masing-masing tulisa…
Keunikan puisi Mustofa Bisri terletak pada pengungkapan masalah sosial dan spitritual dengan menggunakan bahasa sehari-hari.
Kumpulan Puisi