Kuambil cermin itu, lalu kuletakkan diatas kursi, sehingga jari tanganku leluasa meraba retakannya. Kurasakan itu tidak terlalu dalam alias tipis saja. Disaat tanganku masih meraba retakan ujung bawah, pandanganku beralih ke cermin, mengamati wajahku yang terpantul di cermin itu. karena agak kusam jadi kurang begitu jelas, akupun lalu menyorongkan muka ku ke arah cermin agar terlihat jelas. Ane…
Betapa kagetnya aku ketika melihat barang dagangan yang dikeluarkan nenek itu isinya adalah potongan tangan manusia, telinga, hidung, dan lain- lain. Spontan aku berteriak pada pak sopir, "Pak stop... stop... berhenti... saya turun di sini..." teriakku pada sopir. Sopir pun menghentikan angkotnya, dan tanpa pikir panjang aku bergegas langsung turun keluar dari angkot tersebut. Begitu aku …