Bagi Ghita, November berarti kering. Dunia seolah mati. Setidaknya dunia Ghita. Berbagai kesedihan dan kehilangan yang kerap terjadi pada bulan November, membuat Ghita amat membenci bulan kesebelas itu. Demi mencapai mimpi dan memenuhi wasiat sang nenek, Ghita melakukan perjalanan dari Milan ke Sicilia. Bukan perjalanan yang mudah. Dikejar-kejar orang, dicemooh menjadi bumbu dalam perjalanan…