Taufik, mahawa miskin yang mencoba mengarungi kerasnya hidup dalam kemandirian. Stang dan malamnya tak ubahnya roda hidupnya. Namun, siapa sangka semua itu untuk menutupi luka dan ke- cewa masa lalunya, karena cinta yang tiada berbalas. Hanya pada setiap puisinya, ia keluhkan sejuta rasa perih itu. Menyepi saat malam melarut. Tak berputus asa la jalani semua itu, termasuk ketika harus kembali j…