Saya menuruti kehendak Bapak. Tetapi hati saya berontak dalam diam. Bayangkan, teman itu mengayuh sepeda dengan ngos-ngosan dan berpeluh keringat dari Sapen ke Kotagede karena suatu keperluan dengan saya. Bapak sebegitunya. Saya dengan dia, hanya teman kuliah biasa. Sebagai reaksi atas sikap bapak ini, esok harinya saya pamit ke Ibu untuk mengungsi ke rumah Mbak Fat di Tegalkemuning. Tiga ha…