Apa yang terungkap dalam buku ini, setidaknya, menggambarkan bahwa meskipun kondisi bangsa ini hampir sempurna olengnya, tetap saja tersirat jelas harapan cerah untuk bangkit kembali membangun negeri yang terancam cerai-berai ini. Tentu dengan syarat, semua pihak harus bekerja dengan penuh ikhlas, semata untuk kepentingan bersama, rakyat dan bangsa. Dan jangan ada lagi dusta-dusta seperti yang …
"Ingat tentang Tessa yang aku ceritakan di bus tadi?" Kamu tahu bahwa lawan bicaramu mendengarkan walaupun tidak menimpali. Maka kamu melanjutkan, " Aku membayangkan diriku adalah Tessa. Bedanya, Tessa terkena leukemia sementara aku lupus." Arimbi tahu usianya mungkin tidak akan lama karena lupus yang dia derita. Tapi sebuah film memantik gagasan baru dalam kepala Arimbi: daripada menangisi …
Aris, dalam buku kumpulan ceritanya ii, berusaha menjadi pendongeng yang menyempatkan pembaca sebagai orang ketiga dan kelincahannya dalam menyusun narasi dan dialog lahir dari diskusinya dengan diri sendiri. Di saat yang sama, kelugasan bahasanya memberi corak anak pesisir yang lantang dan berisik. Pembaca tidak akan menemukan ketengangan atau jarak yang cukup untuk menjadi penyimak yang khidm…
Puisi membawa saya melakukan perjalanan. Meninggalkan rumah. Memasuki kota demi kota. Memahami dunia di luar diri. Memahami hal-ihwal kesedihan dan kebahagiaan. Puisi menjadi kekasih, kawan perjalanan, ibu, sekaligus guru bagi kehidupan saya. Saya menulis puisi dalam setiap perjalanan, namun hakikatnya puisi yang menuntun saya untuk memahami setiap perjalanan. Saya sering kali merasabermain-mai…
Sebelum penulis Mustofa Sentot disemburit secara paksa, hingga divonis satu setengah tahun penjra dan dituduh semena-mena oleh koran Kompos, Bahkan sebelum Ia bisa menulis kalimat - kalimat yang buruk sekalipun. Ia lebih duli mengenal pengarang dodit, pencerita ulung yang meninggal beberapa saat sebelum pengantar paket di depan rumahnya. Kumpulan cerita pendek berjudul Pengarang Dodit ini adala…
Firman dan sebiji apel merupakan hasil tangkapan penulis dari sebuah cermin besar; kehidupan. Merekamnya satu per satu dari berbagai peristiwa, lalu menuliskannya. Demikian berulang-ulang. Selalu ada hal-hal sederhana untuk menghidupkan kepekaan pada sekeliling dan menumbuhkan rasa cinta pada puisi. Namun, ketika mengendapkannya, penulis menemukan kemewahan tak terbatas. Betapa tidak, kata-kata…
Novel ini merupakan novel satir postmodern, dengan elemen fiksi-sains, yang membahas isu-isu sains, teknologi, makna agama, dan perang dingin persenjataan. Berlatar belakang di abad ke-20, plot cerita novel ini menceritakan Jonah, penulis profesional, yang berencana menulis buku berjudul "Hari Ketika Dunia Berakhir", yang akan menceritakan apa yang dilakukan orang-orang penting Amerika saat pen…
Tujuhbelas cerpen karya cerpenis asal pariaman, Sumatera barat ini layak untuk dinikmati dan dimiliki. Hal yang luar biasa ketika Tiara memilih perempuan sebagai tema. Cerpen didalamnya bercerita dngan renyahdan memiliki daya tarik serta keunikan pada point of view pengarangnya. Tiara Sari mampu merebut dengan baik realitas sosial dirinya, lingkungannya, masyarakatnya, lalu ia jadikan itu reali…
Sebagian puisi-puisi dalam buku ini berkisah tentang perjalanan sentimental penulis dari Mojokerto menuju Bandung pada awal Oktober 2015. Pada lambung besi kereta ekonomi Pasundan yang bangkunya keras dan AC-nya berkali-kali mati dengan harga tiket tak lebih dari seratus ribu rupiah itu, sesosok hantu dari abad-abad yang sudah berlalu, tiba-tiba menyelusup ke dalam kepala penulis, membisikkan p…
Cerpen-cerpen ini dibuat berdasarkam dua akar masalah. Kedua akar masalah itu saling menghidupi satu sama lain. Pertama, masa kecil penulis di sebuah desa di Cirebon, beberapa kilometer dari kaki Gunung Ciremai dan beberapa kilometer dari Pantai Laut Utara. Banyak mitos dan kisah keseharian yang menarik di sana: kawanan monyet di Taman Wisata Plangon di lereng Gunung Ciremai yang dipenuhi kutuk…