Sangat memikat, gaya bahasanya menyentuh namun tidak cengeng. Membuat perempuan pembacanya makin bijak untuk tidak menyerah. Sebelum marak fiksi Islami, karya-karya Abidah telah bergerak dan berhasil menyingkap cadar tradisi dunia pesantren, kultur Jawa, dan budaya Arab. Menawarkan pradigma baru yang lebih substansial untuk menempatkan idealitas perempuan dalam pandangan Islam.