Buku ini adalah sekisah desa kami yang majemuk. Kami sesuku, se-ras, tapi tak seagama. Islam mayoritas di kecamatan kami, Buddha menempati urutan kedua, selanjutnya Kristen dan Katolik. Di beberapa dusun, Buddha atau Kristen menjadi mayoritas. Dalam keadaan. sosial yang sedemikian kompleks, kami yang muslim harus betul-betul memiliki ilmu tertentu agar kami bisa tetap menjalankan perikehidupan …
PLURALISME AGAMA menjadi keunikan tersensiri bagi bangsa Indonesia. Sayangnya, harus diakui pluralisme agama tidak selamanya meninggalkan efek positif bagi sejarah perkembangan bangsa. Ia bermuka dua, satu sisi dapat menjadi keindahan yang tiada tara tatkala dikelola dengan baik, namun di sisi lain dapat menjadi faktor pendorong perpecahan. Sejarah menunjukkan bahwa hubungan antar/intra agama d…