Karim sudah tak mampu lagi berpikir. Bapak ibu ya juga panik. Ibu memegang kepala Karim erat-erat. Dipeluknya Karim dengan ketakutan. Kabin pesawat dipenuhi hiruk-pikuk manusia yang cemas dan putus asa. Saat itu hanya Tuhan yang ada diingatan mereka, Pertolongan! Ya..... hanya dengan toukjijat Tuhan saja pertolongan bisa mereka dapatkan
Prasasti namanya. Tapi semua orang lebih senang memanggilnya dengan Sasti. Seorang gadis desa yang lincah, cerdas dan ceria, Selalu riang menyambut masa depan nan cemerlang. Cita-citanya sederhana, menjadi perawat. "Senang bisa nolong orang. Juga dapat duit." Demikian kata Sasti kalau ditanya tentang cita-citanya. Namun, Sasti nampaknya harus berjuang keras mewujudkan cita-citanya. Bapak dan…