Text
Bulan di Atas Belo
Buku ini berisi sekumpulan puisi Putu Oka Sukanta
Cerita Pendeta Yetty
Pandangnya menerawang jauh,
seolah meniti jalan setapak ke masa kecilnya
menyeberangi laut kembali ke kampung di Sumba.
Bola mata berkaca-kaca, sebelum bercerita.
“Saya mengintip, suatu pagi dingin,
penjara yang melantunkan lagu gereja
menyambut kematian dengan damai
penyerahan diri kepada penebus dosa.”
Yetty terdiam kembali, seolah mencari halaman masa lampau yang belum using tetapi direkat oleh kegamangan dan kekhawatiran.
“Seorang pendeta memimpin mereka bernyanyi,
para tahanan, tujuh belas orang sudah siap dibawa pergi ke pantai.”
Pendeta Yetty terdiam kembali.
sepi yang nyeri.
“Kemudian mereka ditembak mati, di tepi pantai sesudah diberkati sambil menerima bisikan:
-sakitnya sebentar saja-
mereka bernyanyi, sampai suaranya dihentikan peluru serdadu
yang dihidupi hasil petani yang ditembak mati.
Sampai ke ujung-ujung tanah air
darah mengalir
ditimbun lumpur banjir.
Tidak tersedia versi lain